Sabtu lalu, 16 Juni 2007, saya merasakan apa yang namanya kontraksi. Sebelumnya saya sama sekali ga pernah tau bagaimana rasanya kontraksi itu. Jadi, beberapa hari terakhir minggu lalu saya memang kurang tidur, karena ada pekerjaan kantor yang harus diselesaikan hingga saya pulang malam. Ternyata, saya baru merasakan kalo fisik wanita hamil dan ga hamil itu berbeda sekali (helllooo...where have u been nitaaa :p), jadi akumulasi kurang istirahat itu bikin saya pilek. Nah, keadaan itu ditambah dengan salah makan pas hari jum'at. Jadi, hari sabtu saya sempet diare (ga parah sih)...trus dengan sok kuatnya plus karena kepengen posisi kepala bayi saya berada di posisi yang benar (saat ini posisi kepala bayi masih melintang), nekatlah saya ikut senam hamil.
What happen then???
Pas pulang ke rumah ibu (setiap sabtu-minggu dari pagi sampe sore, saya dan suami ngungsi ke rumah orang tua karena rumah kami sedang direnovasi dan pulang pada saat para tukang dah pada pulang sekitar jam 5 sore), kok perut saya rasanya ga enak banget. Rasanya mules, melilit, dan terasa banget kalo bayinya itu bergerak ke sana ke mari. Suami sempet panik, karena ga pernah ngeliat saya kesakitan di perut selama hamil. Ga terasa, air mata saya pun menetes. Lalu saya mencoba menenangkan diri dengan menelpon kakak saya, dan dia bilang yang saya rasakan saat itu adalah kontraksi palsu karena efek dari senam hamil yang meregangkan otot-otot perut sehingga bayi lebih leluasa untuk bergerak ditambah mulesnya diare dan flu (lengkap bukaaaan???).
Akhirnya satu hal yang membuat saya "menikmati" sakit itu, saya berusaha untuk ikhlas karena kalo saya mencoba untuk melawan sakit itu pasti rasanya tambah sakit deh. Tapi teteeuuup sakitnya ga ilang-ilang. Akhirnya saya dan suami memutuskan untuk pulang ke rumah dan benar saja, sampe rumah saya langsung tertidur pulas (biarpun rumah berantakan tetep aja home sweet home...). Alhamdulillah keesokan harinya saya sudah merasa segar, saya sudah tidak lagi merasakan kontraksi dan diare saya juga berhenti dengan bantuan memakan pucuk daun jambu biji.
Ya Allah, kontraksi palsu ini aja sudah membuat air mata saya menetes, gimana nanti rasanya kontraksi sesungguhnya ya?? Memang mungkin yang cuma bisa saya lakukan nanti adalah berdoa, berusaha, ikhlas dan pasrah. Being a woman is so a precious thing, love you mom!!
Monday, June 18, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






No comments:
Post a Comment