Thursday, April 17, 2008

Bebas Asap Rokok


Seandainya semua lingkungan dimanapun dan kapanpun bebas asap rokok, wuih enak banget yaa...tapi kayaknya mimpi ini memang cuma jadi perandaian aja deh. Sebagai "penikmat" fasilitas dan kendaraan umum, asap rokok teramat sangat mengganggu. Seperti pagi tadi pas saya menunggu bis. Banyak banget orang yang ngerokok, saya sampe beberapa kali berpindah tempat dengan menggeser kaki beberapa langkah cuma untuk menghindari asap rokok. Bingung deh, mereka kok ga nyadar ya kalo ada orang yang terganggu dengan asap rokok itu? (ya iya doong..masa ya iya sih??). Bodohnya lagi, saya pake nahan2 nafas pula, helloooo nitaaaa..you are killing your self hehehehe..

Beberapa waktu lalu, pemerintah sempat mengeluarkan peraturan mengenai pelarangan merokok di tempat umum. Tapi, yaaa tai sendiri pemerintah Indonesia kayak apa. Bukan bermaksud meng-underestimate pemerintah, tapi wong kenyataannya memang demikian. Peraturan hanya sekedar peraturan. Awalnya menggebu-gebu, kemudian hilang tanpa bekas.

Apa sih susahnya berhenti ngerokok? toh dulu awalnya juga ga ngerokok? Pasti saya akan dapatkan banyak jawaban dari para penikmat tembakau beracun itu (hm...this sentence is lil bit sadism, isn't it?). Salah satunya suami saya. Yup, my husband is a smoker too..tp untungnya bukan perokok berat (tuh masih ada ucapan "untung"). Sebeeeelll banget kalo dah ngeliat suami mulai menghisap rokok, susah banget minta dia untuk berhenti ngerokok. Alhasil, saya cuma bisa minta dia untuk ngerokok di teras rumah. Tapi tetep aja pas dia masuk rumah, bajunya itu jadi bau asap rokok, i really hate it and i always ask him to change his t-shirt. Kira-kira selain NIAT apalagi ya hal yang bisa bikin smoker being non-smoker? well..i wish i knew, i'll try it to my husband first.

No comments: